Menyundul bola hingga 1.000 kali merupakan hal yang biasa bagi seorang pemain sepakbola. Namun bagi anak-anak, menyundul bola sesering itu tidak dianjurkan karena bisa memicu kerusakan pada sel-sel otak yang seharusnya masih berkembang.
Untuk membuktikan hal itu, para ilmuwan meneliti 38 pemain sepakbola amatir berusia rata-rata 30 tahun. Meski berstatus amatir, seluruh partisipan sudah bermain sepakbola sejak masih kecil dan secara teratur masih sering bermain hingga saat ini.
Kerusakan itu paling banyak terdapat pada 5 area di frontal loba dan otak depan bagian bawah. Bagian orak di area-area tersebut umumnya bertanggung jawab terhadap pemusatan perhatian, penyimpanan memori atau daya ingat serta kemampuan visual atau daya pandang.

"Penelitian ini memberikan bukti yang meyakinkan bahwa cedera otak bisa terjadi akibat terlalu sering menyundul bola, sehingga tidak dianjurkan pada anak-anak," tulis para peneliti yang tidak menyebutkan batas usia yang aman bagi anak untuk mulai diperbolehkan menyundul bola, seperti dikutip dari Thesun, Selasa (29/11/2011).

|
|
|
|
|


Artikel Terkait